menu melayang

TAFSIR ALQURAAN SURAT AT-TAKAATSUR

بسم الله الرحمن الرحيم

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ
"Berbangga-bangga dalam memperbanyak (dunia) telah melalaikanmu"
(QS. At-Takasur[102]: 1)

"Nasehat" Allaah JWA Tentang Dunia
ٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌۭ وَلَهْوٌۭ وَزِينَةٌۭ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌۭ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَـٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّۭا ثُمَّ يَكُونُ حُطَـٰمًۭا ۖ وَفِى ٱلْـَٔاخِرَةِ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۭ وَمَغْفِرَةٌۭ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌۭ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلْغُرُورِ
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
(Q.S. Al-Hadid (57): 20)

قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
انْتَهَيْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ أَلْهَاكُمْ التَّكَاثُرُ يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي وَمَا لَكَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ
(Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dan Hajjaj berkata, telah menceritakan kepadaku Syu'bah berkata, saya telah mendengar Qatadah menceritakan dari Mutharrif dari Bapaknya berkata, saya menemui Rasulullah ﷺ, waktu itu beliau sedang membaca ALHAKUMUT TAKATSUR, 'Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu', Anak Adam berkata, 'Aduhai hartaku, aduhai hartaku', padahal tidak ada harta yang menjadi milikmu kecuali yang kamu makan lalu menjadi musnah, atau yang kamu pakai lalu menjadi kusut atau yang kamu sedekahkan lalu harta tersebut diberi pahala atasnya." 
(H.R. Ahmad 15716)

==========
حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ
"sampai kamu masuk ke dalam kubur."
(QS. At-Takasur[102]: 2)

حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ
Telah menceritakan kepada kami Al Humaidi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abu Bakar bin Amru bin Hazm ia mendengar Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Mayyit diiringi tiga hal, yang dua akan kembali sedang yang satu terus menyertainya, ia diiringi oleh keluarganya, hartanya dan amalnya. Harta dan keluarganya akan kembali, sedang amalnya akan terus tetap bersamanya."
(H.R. Bukhori 6033)

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ غُدْوَةً وَعَشِيًّا إِمَّا النَّارُ وَإِمَّا الْجَنَّةُ فَيُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى تُبْعَثَ إِلَيْهِ
Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'man, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, dari Ayyub, dari Nafi', dari Ibnu 'Umar radhiallahu'anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian meninggal, huniannya akan diperlihatkan di waktu pagi dan sore hari, baik itu neraka ataupun surga. Lantas dikatakan kepadanya: 'Ini adalah hunianmu kelak hingga engkau dibangkitkan kembali untuknya."
(H.R. Bukhori 6034)

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ شُعْبَةَ سَمِعْتُ الْأَشْعَثَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا
أَنَّ يَهُودِيَّةً دَخَلَتْ عَلَيْهَا فَذَكَرَتْ عَذَابَ الْقَبْرِ فَقَالَتْ لَهَا أَعَاذَكِ اللَّهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَسَأَلَتْ عَائِشَةُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ عَذَابِ الْقَبْرِ فَقَالَ نَعَمْ عَذَابُ الْقَبْرِ قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدُ صَلَّى صَلَاةً إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
زَادَ غُنْدَرٌ عَذَابُ الْقَبْرِ حَقٌّ
Telah menceritakan kepada kami 'Abdan, telah mengabarkan bapakku kepadaku nd Syu'bah, aku mendengar Al Asy'ats dari Bapaknya dari Masruq dari 'Aisyah radhiallahu'anha (berkata), ada seorang wanita Yahudi menemuinya lalu menceritakan perihal siksa kubur kemudian berkata (kepada Aisyah radhiallahu'anha), "Semoga Allah melindungimu dari siksa kubur." Kemudian setelah itu 'Aisyah radhiallahu'anha bertanya kepada Rasulullah ﷺ perihal siksa kubur, maka beliau menjawab, "Ya benar, siksa kubur itu ada." Kemudian 'Aisyah radhiallahu'anha berkata, "Maka sejak itu aku tidak melihat Rasulullah ﷺ setelah melaksanakan salat kecuali beliau memohon perlindungan dari siksa kubur." Ghundar menambahkan, "Siksa kubur itu benar adanya".
(H.R. Bukhori 1283) 

حَدَّثَنَا عَيَّاشُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ حَدَّثَهُمْ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا وُضِعَ فِي قَبْرِهِ وَتَوَلَّى عَنْهُ أَصْحَابُهُ وَإِنَّهُ لَيَسْمَعُ قَرْعَ نِعَالِهِمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ فَيُقْعِدَانِهِ فَيَقُولَانِ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ لِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَّا الْمُؤْمِنُ فَيَقُولُ أَشْهَدُ أَنَّهُ عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ فَيُقَالُ لَهُ انْظُرْ إِلَى مَقْعَدِكَ مِنْ النَّارِ قَدْ أَبْدَلَكَ اللَّهُ بِهِ مَقْعَدًا مِنْ الْجَنَّةِ فَيَرَاهُمَا جَمِيعًا قَالَ قَتَادَةُ وَذُكِرَ لَنَا أَنَّهُ يُفْسَحُ لَهُ فِي قَبْرِهِ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى حَدِيثِ أَنَسٍ قَالَ وَأَمَّا الْمُنَافِقُ وَالْكَافِرُ فَيُقَالُ لَهُ مَا كُنْتَ تَقُولُ فِي هَذَا الرَّجُلِ فَيَقُولُ لَا أَدْرِي كُنْتُ أَقُولُ مَا يَقُولُ النَّاسُ فَيُقَالُ لَا دَرَيْتَ وَلَا تَلَيْتَ وَيُضْرَبُ بِمَطَارِقَ مِنْ حَدِيدٍ ضَرْبَةً فَيَصِيحُ صَيْحَةً يَسْمَعُهَا مَنْ يَلِيهِ غَيْرَ الثَّقَلَيْنِ
Telah menceritakan kepada kami 'Ayyasy bin Al Walid, telah menceritakan kepada kami 'Abdul A'laa, telah menceritakan kepada kami Sa'id dari Qatadah dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu bahwasanya dia menceritakan kepada mereka bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika seorang hamba (jenazahnya) sudah diletakkan di dalam kuburnya dan teman-temannya sudah berpaling dan pergi meninggalkannya dan dia dapat mendengar gerak langkah sandal sandal mereka, maka akan datang kepadanya dua malaikat yang keduanya akan mendudukkannya seraya keduanya berkata, kepadanya, "Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini, Muhammad ﷺ?" bila seorang mukmin dia akan menjawab, "Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya." Maka dikatakan kepadanya, "Lihatlah tempat dudukmu di neraka yang Allah telah menggantinya dengan tempat duduk di surga. Maka dia dapat melihat keduanya".." Qatadah berkata,: "Dan diceritakan kepada kami bahwa dia (hamba mukmin itu) akan dilapangkan dalam kuburnya." Kemudian dia kembali melanjutkan hadits Anas radhiallahu'anhu.: " Dan adapun (jenazah) orang kafir atau munafik akan dikatakan kepadanya apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini?" Maka dia akan menjawab, "Aku tidak tahu, aku hanya berkata, mengikuti apa yang dikatakan kebanyakan orang." Maka dikatakan kepadanya, "Kamu tidak mengetahuinya dan tidak mengikuti orang yang mengerti." Kemudian dia dipukul dengan palu godam besar terbuat dari besi sehingga mengeluarkan suara teriakan yang dapat didengar oleh yang ada di sekitarnya kecuali oleh dua makhluk (jin dan manusia)."
(H.R. Bukhori 1285)

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَحِيرٍ عَنْ هَانِئٍ مَوْلَى عُثْمَانَ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ
قَالَ أَبُو دَاوُد بَحِيرٌ ابْنُ رَيْسَانَ
Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa Ar Razi, telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Abdullah bin Bahir dari Hani` mantan budak Utsman, dari Utsman bin 'Affan, ia berkata, Nabi ﷺ apabila telah selesai dari menguburkan mayit beliau berkata, "Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mohonkanlah keteguhan untuknya, karena sesungguhnya sekarang ia sedang ditanya." Abu Daud berkata, Bahir bin Raisan.
(H.R. Abu Daud 2804)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَسْرِعُوا بِالْجَنَازَةِ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَرَّبْتُمُوهَا إِلَى الْخَيْرِ وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ ذَلِكَ كَانَ شَرًّا تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ
Dari Abu Hurairah ia berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Segerakanlah penguburan jenazah, karena jika ia adalah seorang yang shalih, maka kalian telah mendekatkannya pada kebaikan. Tetapi, jika ia tidak termasuk orang yang shalih, maka berarti kalian mempercepat meletakkan keburukan dari pundak-pundak kalian."
(H.R. Muslim 1569)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا وَإِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ
Dari Abu Hurairah radhiallahu'anhu dari Nabi ﷺ bersabda, "Segerakanlah dalam mengurus jenazah, karena bila jenazah itu adalah orang shalih, berarti kalian telah mempercepat kebaikan untuknya dan jikalau (jenazah tersebut) tidaklah demikian, setidaknya kalian telah menyingkirkan keburukan dari pundak kalian".
(H.R. Bukhori 1231)

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا وُضِعَتْ الْجِنَازَةُ وَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ قَدِّمُونِي وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ يَا وَيْلَهَا أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ وَلَوْ سَمِعَهُ صَعِقَ
Dari Abu Sa'id AL Khudriy radhiallahu'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika jenazah diletakkan lalu dibawa oleh para laki-laki di atas pundak mereka, maka jika jenazah tersebut termasuk orang shalih (semasa hidupnya) maka dia (jenazah tersebut) berkata, "Bersegeralah kalian (membawa aku). Dan jika ia bukan dari orang shalih, maka dia akan berkata, "Celaka, kemana mereka akan membawanya? Suara jenazah itu akan didengar oleh setiap makhluk kecuali manusia dan seandainya manusia mendengarnya, tentu dia jatuh pingsan".
(H.R. Bukhori 1230)

حَدَّثَنَا مُسْلِمٌ يَعْنِي ابْنَ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ الْجَنَازَةَ فَقُومُوا فَمَنْ تَبِعَهَا فَلَا يَقْعُدْ حَتَّى تُوضَعَ
Telah menceritakan kepada kami Muslim yakni putra Ibrahim telah menceritakan kepada kami Hisyam, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Abu Salamah dari Abu Sa'id Al Khudriy radhiallahu'anhu dari Nabi ﷺ bersabda, ""Jika kalian melihat jenazah maka berdirilah dan barang siapa mengiringinya janganlah dia duduk hingga jenazah itu diletakkan."
(H.R. Bukhori 1227)

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
كُنَّا فِي جَنَازَةٍ فَأَخَذَ أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِيَدِ مَرْوَانَ فَجَلَسَا قَبْلَ أَنْ تُوضَعَ فَجَاءَ أَبُو سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَأَخَذَ بِيَدِ مَرْوَانَ فَقَالَ قُمْ فَوَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمَ هَذَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَانَا عَنْ ذَلِكَ
فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ صَدَقَ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza'bi dari Sa'id Al Maqbariy dari bapaknya berkata,: Kami pernah berada dekat jenazah, ketika itu Abu Hurairah radhiallahu'anhu memegang tangan Marwan lalu keduanya duduk sebelum diletakkan. Kemudian datang Abu Sa'id radhiallahu'anhu lalu memegang tangan Marwan seraya berkata,: "Berdirilah! Demi Allah, sungguh kamu telah tahu bahwa Nabi ﷺ melarang kita tentang hal ini." Maka Abu Hurairah radhiallahu'anhu berkata,: "Dia benar".
(H.R. Bukhori 1226)

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنَا عُقَيْلٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ أَنَّ لِابْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ لَأَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادٍ آخَرُ وَلَا يَمْلَأُ فَاهُ إِلَّا التُّرَابُ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ
Telah menceritakan kepada kami Hajjaj, telah menceritakan kepada kami Laits, telah menceritakan kepada kami 'Uqail dari Ibnu Syihab dari Anas bin Malik, Rasulullah ﷺ bersabda, "Seandainya anak Adam diberi sebukit emas, dia pun masih mengharap bukit lainnya, dan tidak bisa menutupi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah menerima tobat orang yang bertobat."

==========
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَۙ
"Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)."
(QS. At-Takasur[102]: 3)

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ 
"Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Kelak kamu akan mengetahui (akibatnya)."
(QS. At-Takasur[102]: 4)

كَلَّا لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِۗ
"Sekali-kali tidak (jangan melakukan itu)! Sekiranya kamu mengetahui dengan pasti, (niscaya kamu tidak akan melakukannya)."
(QS. At-Takasur[102]: 5)

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَۙ
"Pasti kamu benar-benar akan melihat (neraka) Jahim."
(QS. At-Takasur[102]: 6)

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِۙ
"Kemudian, kamu pasti benar-benar akan melihatnya dengan ainulyakin."
(QS. At-Takasur[102]: 7)

ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَىِٕذٍ عَنِ النَّعِيْمِ 
"Kemudian, kamu pasti benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu)."
(QS. At-Takasur[102]: 8)

وَاِنْ مِّنْكُمْ اِلَّا وَارِدُهَاۚ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّاۚ  
"Tidak ada seorang pun di antaramu yang tidak melewatinya (sirat di atas neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah ketentuan yang sudah ditetapkan."
(QS. Maryam[19]: 71)

ثُمَّ نُنَجِّى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّنَذَرُ الظّٰلِمِيْنَ فِيْهَا جِثِيًّا 
"Selanjutnya, Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalamnya (neraka) dalam keadaan tersungkur."
(QS. Maryam[19]: 72)























Blog Post

Related Post

Back to Top

Telah Dikunjungi