Tafsir secara bahasa bermakna menyingkap sesuatu yang tertutup sehingga menjadi jelas.
(Ushulun fit Tafsir, Syaikh Al-Utsaimin, hal. 23)
Pakar Bahasa Arab, Ibnul Faris dalam Mu’jam Maqayis Al-Lughah bahwa makna bahasa dari kata Tafsir adalah penjelasan sesuatu.
(Mu’jam Maqayis Al-Lughah, Ibnu Faris: 4/504)
وَلاَ يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا
“Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) syubhat, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya”
(QS. Al-Furqan: 33).
Adapun secara istilah, Syaikh Al-Utsaimin dalam kitabnya Ushulun Fit Tafsir mendefinisikan:
بيان معاني القرآن الكريم
“Penjelasan makna Al-Qur`an Al-Karim.”
(Ushulun fit Tafsir, Syaikh Al-Utsaimin, hal. 23)
Az-Zarkasyi dalam kitab Al-Burhan fi ‘Ulumul Qur`an:
علم يعرف به فهم كتاب الله المنزل على نبيه محمد صلى الله عليه وسلم وبيان معانيه واستخراج أحكامه وحكمه.
“Ilmu yang dengannya dapat diiketahui (kandungan) Kitabullah yang diturunkan kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dapat diketahui penjelasan makna-maknanya serta bisa dikeluarkan hukum dan hikmah yang terkandung didalamnya”
(Al-Burhan fi ‘Ulumul Qur`an, hal. 22).
Surat Sad (38) Ayat 29
كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ مُبَـٰرَكٌۭ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَـٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ
Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.
Surat Ibrahim (14) Ayat 52
هَـٰذَا بَلَـٰغٌۭ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُوا۟ بِهِۦ وَلِيَعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَا هُوَ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ وَلِيَذَّكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَـٰبِ
(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.
Surat Yusuf (12) Ayat 111
لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌۭ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَـٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًۭا يُفْتَرَىٰ وَلَـٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍۢ وَهُدًۭى وَرَحْمَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يُؤْمِنُونَ
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.
AlQuraan Dikelompokkan Menjadi 4 Bagian, Sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW,
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي الْمَلِيحِ الْهُذَلِيِّ عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أُعْطِيتُ مَكَانَ التَّوْرَاةِ السَّبْعَ وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الزَّبُورِ الْمَئِينَ وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الْإِنْجِيلِ الْمَثَانِيَ وَفُضِّلْتُ بِالْمُفَصَّلِ
Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Daud, Abu Daud Ath-Thayalisi berkata, telah Mengabarkan kepada kami 'Imran bin Al Qathan dari Qatadah dari Abu Al Malih Al Hudzali dari Watsilah bin Al Asqa' sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda,
"Saya diberi ganti dari Taurat dengan as-saba' (tujuh surat dalam Al-Qur'an yang panjang-panjang). Saya diberi ganti dari Zabur dengan Al Ma`in (surat yang jumlah ayatnya sekitar seratus). Saya diberi ganti dari Injil dengan Al Matsani (yaitu surat yang terulang-ulang membacanya dalam setiap rakaat salat) dan saya diberi tambahan dengan Al Mufashal (surat yang dimulai dari QAF sampai akhir surat)."
(H.R. Ahmad: 16368, 8328 – Darimi: 3266, 3239– Malik 172)
Surat Al-Mufashol Terbagi 3: Thiwal, Awsaath, dan Qishor.
Thiwal: Qoof s.d Al-Mursalaat (Sholat Shubuh)
Awsaath: An-Nabaa s.d Al-Lail (Sholat Isya)
Qishor: Ad-Dhuhaa s.d An-Naas (Sholat Maghrib)