menu melayang

TAFSIR: KAIDAH TAFSIR ALQURAAN


1- Menafsirkan AlQuraan dengan AlQuraan. Jika ada ayat yang Mujmal (global), maka bisa ditemukan tafsirannya dalam ayat lainnya.

2- Jika tidak didapati, maka AlQuraan ditafsirkan dengan AsSunnah atau AlHadiits.

3- Jika tidak didapati, maka AlQuraan ditafsirkan dengan perkataan Sahabat karena mereka lebih tahu maksud ayat, lebih-lebih ulama sahabat dan para senior dari sahabat Nabi seperti Khulafaur Rosyidin yang empat, juga termasuk Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Umar.

4- Jika tidak didapati, barulah beralih pada perkataan tabi’in seperti Mujahid bin Jabr, Sa’id bin Jubair, ‘Ikrimah (bekas budak Ibnu ‘Abbas), ‘Atho’ bin Abi Robbah, Al Hasan Al Bashri, Masruq bin Al Ajda’, Sa’id bin Al Musayyib, Abul ‘Aliyah, Ar Robi’ bin Anas, Qotadah, dan Adh Dhohak bin Muzahim. 
(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim karya Ibnu Katsir, 1: 5-16)

Blog Post

Related Post

Back to Top

Telah Dikunjungi