menu melayang

AHMAD 10604

Hukum Isbal, Apa Yang Di Bawah Mata Kaki di Neraka 
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
سَأَلْتُ أَبَا سَعِيدٍ هَلْ سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْإِزَارِ شَيْئًا قَالَ نَعَمْ تَعَلَّمْ سَمِعْتُهُ يَقُولُ إِزْرَةُ الْمُؤْمِنِ إِلَى أَنْصَافِ سَاقَيْهِ لَا جُنَاحَ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ وَمَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ هُوَ فِي النَّارِ يَقُولُهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al 'Ala` bin Abdurrahman bin Ya'qub dari bapaknya, ia berkata, aku bertanya kepada Abu Sa'id, "Apakah engkau mendengar sesuatu tentang sarung dari Rasulullah ﷺ?" ia menjawab, Ya, perhatikanlah, aku mendengar beliau bersabda, "Batas sarung seorang mukmin adalah sampai setengah betisnya, dan tidak mengapa jika panjangnya hingga mata kaki, adapun jika panjangnya hingga di bawah mata kaki maka tempatnya adalah di neraka, " beliau mengatakannya tiga kali.

Blog Post

Related Post

Back to Top

Telah Dikunjungi