Jasrah binti Dajaajah seorang rawi yang dla’if. Berkata Bukhari, “Pada Jasrah terdapat keanehan-keanehan.” (Yakni, pada riwayat-riwayatnya terdapat keanehan-keanehan).[1]
Berkata Baihaqiy, “Hadits ini tidak kuat.”[2]
Berkata Al-Khathaabiy, “Hadits ini telah dilemahkan oleh jama’ah (ahli hadits).” [3]
Berkata Abdul Haq, “Hadits ini tidak tsabit (kuat) dari jurusan isnadnya.”
Berkata Ibnu Hazm di kitabnya Al Muhallah (2/186) tentang seluruh jalan hadits ini, “Semuanya ini adalah batil.”